<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hidupku dan Hidup Ini &#187; Topik Ringan</title>
	<atom:link href="http://alifreza.wordpress.com/category/topik-ringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alifreza.wordpress.com</link>
	<description>Sepenggal Kisah Kehidupan Anak Manusia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Nov 2007 15:08:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alifreza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c931d7a3aa252f9096664003a5ae231a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hidupku dan Hidup Ini &#187; Topik Ringan</title>
		<link>http://alifreza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alifreza.wordpress.com/osd.xml" title="Hidupku dan Hidup Ini" />
		<item>
		<title>Kuis Judi Mulai Lagi Di TPI</title>
		<link>http://alifreza.wordpress.com/2007/03/07/kuis-judi-mulai-lagi/</link>
		<comments>http://alifreza.wordpress.com/2007/03/07/kuis-judi-mulai-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2007 23:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alif Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Topik Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifreza.wordpress.com/2007/03/07/kuis-judi-mulai-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah satu minggu ini saya perhatikan di TPI mulai lagi muncul kuis yang berbasiskan sms yang berhadiah besar.
Kuis seperti ini sempat ramai di berbagai media elektronik pada piala dunia 2006 yang lalu dan kalau tidak salah memang dimulai oleh TPI juga. Yang lainnya hanya follower.
Kuis ini berhadiah jutaan dan bahkan sampai puluhan juta hanya dengan menebak pertanyaan (lebih tepatnya pilihan berganda) yang jawabannya amat sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifreza.wordpress.com&blog=795375&post=49&subd=alifreza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah satu minggu ini saya perhatikan di TPI mulai lagi muncul kuis yang berbasiskan sms yang berhadiah besar.</p>
<p>Kuis seperti ini sempat ramai di berbagai media elektronik pada piala dunia 2006 yang lalu dan kalau tidak salah memang dimulai oleh TPI juga. Yang lainnya hanya <em>follower</em>.</p>
<p>Kuis ini berhadiah jutaan dan bahkan sampai puluhan juta hanya dengan menebak pertanyaan (lebih tepatnya pilihan berganda) yang jawabannya amat sangat mudah sekali. Dan si pembawa acara biasanya mengulur-ulur waktunya supaya sms yang masuk lebih banyak dengan merayu-rayu penonton.</p>
<p><span id="more-49"></span>Karena semakin mengkhawatirkan, maka MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan kuis tersebut kecuali kuis tersebut memiliki sponsor. Memang kuis-kuis tersebut kebanyakan dan bahkan hampir semuanya tidak memiliki sponsor. Berarti ada bandarnya? Nah, itu yang mendasari MUI mengeluarkan fatwa haram terhadap kuis tersebut.</p>
<p>Dan ajaibnya, kuis tersebut langsung hilang dari peredaran. Tapi kenapa sekarang mulai bermunculan lagi? Mungkin tidak lama lagi stasiun TV yang lain akan menyusul untuk menyelenggarakan program seperti ini.</p>
<p>Seperti sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Apabila keadaan sudah dingin dan masyarakat mulai lupa, maka akan &#8220;disikat&#8221; lagi.</p>
<p>Kuis tersebut biasanya diselenggarakan sekitar tengah malam atau dini hari. Bahkan ada yang diselenggarakan menjelang subuh.</p>
<p>Pernah sih ikutan kuis seperti itu, sekedar iseng. Tapi belum pernah dapat hadiahnya. Mungkin kurang beruntung. Atau dikerjai oleh operatornya? Kuis ini biasanya berdurasi 1 jam. Bahkan ada yang sampai berdurasi 2 jam. Luar biasa. Kebanyakan isinya hanya rayuan gombal sang pembawa acara.</p>
<p>Buat MUI kuis semacam ini haram. Buat saya, kuis semacam ini hanya membuang-buang pulsa saja. Buat Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alifreza.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alifreza.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifreza.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifreza.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifreza.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifreza.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifreza.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifreza.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifreza.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifreza.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifreza.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifreza.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifreza.wordpress.com&blog=795375&post=49&subd=alifreza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifreza.wordpress.com/2007/03/07/kuis-judi-mulai-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c87da1a46c0c0487f18cb490258af60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lativi : Spesialis Acara Horor?</title>
		<link>http://alifreza.wordpress.com/2007/03/02/lativi-spesialis-acara-horor/</link>
		<comments>http://alifreza.wordpress.com/2007/03/02/lativi-spesialis-acara-horor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 03:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alif Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Topik Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifreza.wordpress.com/2007/03/02/lativi-spesialis-acara-horor/</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya belakangan, Lativi mulai banyak acara-acara yang bertemakan &#8220;horor&#8220;. Apakah memang mulai menspesialisasikan dirinya sebagai televisi segmen horor? Atau hanya sekedar strategi mengisi ruang kosong yang sempat ditinggalkan stasiun televisi lain?
Mulai dari acara Pemburu Hantu, Penampakan, Tamu Tak Diundang dan lain-lain. Ada yang sifatnya menangkap dan memindahkan mahluk gaib, melihat penampakan-penampakan mahluk hidup, menguji mental seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifreza.wordpress.com&blog=795375&post=34&subd=alifreza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sepertinya belakangan, Lativi mulai banyak acara-acara yang bertemakan &#8220;<strong>horor</strong>&#8220;. Apakah memang mulai menspesialisasikan dirinya sebagai televisi segmen horor? Atau hanya sekedar strategi mengisi ruang kosong yang sempat ditinggalkan stasiun televisi lain?</p>
<p>Mulai dari acara Pemburu Hantu, Penampakan, Tamu Tak Diundang dan lain-lain. Ada yang sifatnya menangkap dan memindahkan mahluk gaib, melihat penampakan-penampakan mahluk hidup, menguji mental seseorang di tempat yang dikenal sebagai tempat angker, atau sekedar mengerjai orang dengan hal-hal yang menakutkan dan lain-lain.</p>
<p><span id="more-34"></span>Khusus acara &#8220;Tamu Tak Diundang&#8221; saya sudah beberapa kali menontonnya. Hanya kebetulan menontonnya saja sih, karena saya tidak menunggunya secara khusus. Kebetulan ada dan pas lihat TV ya ditonton saja. Hitung-hitung tertawa di atas ketakutan orang lain.</p>
<p>Di acara itu kita bisa melihat betapa takutnya ekspresi seseorang yang dihadapkan dengan sosok yang namanya hantu atau setan atau pocong atau kuntilanak atau apa aja deh yang seram-seram.</p>
<p>Betapa ekspresi wajah sang korban itu sangat murni (bukan akting) dan sama sekali tanpa rekayasa. Saya yang menontonnya saja bisa tertawa terkakak-kakak (bahkan bisa sampai sakit perut) hanya sekedar melihat ekspresi mukanya yang sedemikian takutnya saja.</p>
<p>Memang sih, sebenarnya tidak pantas kita mentertawakan ketakutan orang. Dalam posisi mereka (sang korban), bisa saja kita jauh lebih takut dari pada dia. Mau baca ayat suci atau berdoa sampai mulut berbusa, itu hantu <em>nggak</em> bakalan pergi.</p>
<p>Tapi ini bicara masalah bisnis. Sesuatu yang dapat menghasilkan uang. Mungkin saat ini bisa dikatakan sah-sah saja, sebelum efek samping dari acara itu bermunculan seperti pada program <em>smack down </em>yang telah memakan korban jiwa.</p>
<p>Ekspresi korban pun bermacam-macam. Ada yang malu setelah tahu bahwa dirinya dikerjai temannya, ada yang mengomel, ada yang nangis (sedih dan malu karena ketahuan &#8220;muka jeleknya&#8221; pada saat ketakutan), bahkan ada yang sampai benar-benar pingsan.</p>
<p>Ceritanya kurang seperti ini.  Si A (korban, wanita) memiliki beberapa teman dekat. Teman-temannya sepakat untuk mengerjai A di suatu rumah dengan penampakan pocong. Dan ternyata si A ini memang takut sekali dengan perihal hantu-hantuan seperti ini. Makanya dia dijahili teman-temannya.</p>
<p>Singkat cerita, muncullah sang pocong dari kejauhan dan samar-samar (maksudnya kadang nongol kadang ngilang). Berdasarkan skenario yang disepakati bersama, satu per satu temannya (dengan berbagai cara) mulai &#8220;hilang&#8221; satu per satu. Akhirnya, tinggal 1 orang temannya saja. Sementara pocong pun sudah mulai &#8220;unjuk gigi&#8221; dari jauh. Tiba-tiba HP nya berbunyi dan sepertinya tidak ada sinyal. Maka keluarlah si teman A itu. Dan akhirnya tinggallah si A sendiri.</p>
<p>Tentu saja A panik. Kepanikan mulai menjadi-jadi setelah pocong tersebut menampakkan muka jeleknyanya di jendela. Saking paniknya, A pun berlari. Larinya lumayan cepat, walaupun masih di dalam rumah itu. Tidak disangka-sangka dan bukan sula bukan sihir, sang pocong tiba-tiba muncul dari balik dinding dan langsung ada di depan A. A pun berteriak kencang&#8230;dan akhirnya pingsan.</p>
<p>Yang lucunya, karena kamera &#8221;<em>take</em>&#8221; ya dari belakang si pocong, kaki si pocong terlihat. Ternyata dia pakai celana <em>jeans</em> dan sepatu. Ada pocong yang begitu? Pocong tersebut seperti asli lho (saya juga belum pernah lihat), karena kainnya kotor dengan tanah. Kalau mukanya tebak aja seperti apa deh.</p>
<p>Kontan saja teman-temannya panik. Mereka tidak menyangka kejadian tersebut. Mereka berusaha menyadarkan A. Setelah sadar, A tetap berteriak dan menangis di pelukan saya (eh temannya) sambil bercerita bahwa tadi dia melihat pocong beneran.</p>
<p>Untuk menyadarkan dari kondisi histeris dan <em>shock</em>, salah satu temannya menceritakan bahwa kejadian itu adalah rekayasa. Hal yang disangka (baik itu oleh saya ataupun teman-teannya), A ternyata menjadi lebih histeris. Semua orang yang ada di sana dimarahinya. Kamera masih mengambil kejadian itu. A pun keluar dan pergi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alifreza.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alifreza.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifreza.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifreza.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifreza.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifreza.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifreza.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifreza.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifreza.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifreza.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifreza.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifreza.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifreza.wordpress.com&blog=795375&post=34&subd=alifreza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifreza.wordpress.com/2007/03/02/lativi-spesialis-acara-horor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c87da1a46c0c0487f18cb490258af60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan A Mild Versi Polisi Ngumpet</title>
		<link>http://alifreza.wordpress.com/2007/02/25/iklan-a-mild-versi-polisi-ngumpet/</link>
		<comments>http://alifreza.wordpress.com/2007/02/25/iklan-a-mild-versi-polisi-ngumpet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Feb 2007 02:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alif Reza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Topik Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifreza.wordpress.com/2007/02/25/iklan-a-mild-versi-polisi-ngumpet/</guid>
		<description><![CDATA[Iklan Sampoerna A Mild memang selalu menarik dan penuh dengan kreativitas. Dan hebatnya lagi setiap periode tertentu, ada perubahan cerita, topik, dan tema. Dan biasanya, dalam iklan tersebut tersimpan sesuatu hal yang tersurat dan tersirat. Tak lupa, pesan moral pun disisipkan.
Pesan-pesan tersebut biasanya diangkat dari dalam kehidupan masyarakat Indonesia itu sendiri. Sebagai contoh iklan Sampoerna A Mild yang lalu seperti &#8220;Gali Lobang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifreza.wordpress.com&blog=795375&post=13&subd=alifreza&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a TITLE="Tanya Kenapa" HREF="http://alifreza.files.wordpress.com/2007/02/tanya-kenapa-1.jpeg"><img ALIGN="left" ALT="Tanya Kenapa" SRC="/files/2007/02/tanya-kenapa-1.thumbnail.jpeg" /></a>Iklan Sampoerna A Mild memang selalu menarik dan penuh dengan kreativitas. Dan hebatnya lagi setiap periode tertentu, ada perubahan cerita, topik, dan tema. Dan biasanya, dalam iklan tersebut tersimpan sesuatu hal yang tersurat dan tersirat. Tak lupa, pesan moral pun disisipkan.</p>
<p>Pesan-pesan tersebut biasanya diangkat dari dalam kehidupan masyarakat Indonesia itu sendiri. Sebagai contoh iklan Sampoerna A Mild yang lalu seperti &#8220;Gali Lobang Tutup Lobang&#8221;, &#8220;Mahasiswa Yang Sibuk Mencari Pekerjaan (Kesempatan Selalu Ada Kok)&#8221;, &#8220;Kacaunya Birokrasi&#8221;, &#8220;Kisah Petinju Yang menghalalkan Segala Cara&#8221;, dan lain-lain. Intinya adalah : <strong>Kritik Sosial</strong>.</p>
<p><span id="more-13"></span>Slogan &#8221;<strong>Tanya Kenapa</strong>&#8220; sepertinya meraih sukses besar di pasaran. Terbukti dengan melekatnya kata-kata tersebut dalam kehidupan masyarakat. Misalkan seseorang yang menyindir temannya atau orang lain dengan &#8220;<strong>Tanya Kenapa</strong>&#8220;. Bahkan di acara Metro TV &#8220;<strong>News Dot Com</strong>&#8221; (mungkin karena kebetulan sponsornya Sampoerna A Mild) Slogan &#8220;<strong>Tanya Kenapa</strong>&#8221; pantas untuk dipakai, karena acara tersebut memang berkutat seputar sindir menyindir mengenai &#8220;negara tetangga&#8221; yang dibalut dengan komedi.</p>
<p>Tema kali ini adalah tentang seorang gadis yang membawa mobil Honda Jazz. Sekilas gadis itu tampak ragu apakah akan berbelok atau tidak, sementara di depannya terpampang dengan jelas rambu lalu lintas &#8220;<strong>dilarang berputar</strong>&#8220;. Akhirnya si gadis tersebut dengan beberapa pertimbangan yang dibuatnya, dia pun nekat berputar arah.</p>
<p>Setelah berputar, tiba-tiba saja dari balik semak-semak ada suara peluit. Peluit siapa itu? Ya tidak lain dan tidak bukan (atau bukan sulap bukan sihir?) adalah peluit polisi lalu lintas. Dan muncullah sosok polisi tersebut. Memang sikapnya baik seperti kebanyakan polisi yang menegur pengendara yang &#8220;nakal&#8221;.</p>
<p>Polisi (P) :&#8221;Siang Mbak&#8230;.. Nggak lihat rambunya?&#8221;</p>
<p>Gadis (G) : &#8220;Lihat&#8221;</p>
<p>P : &#8221;Lalu kenapa masih dilanggar?&#8221;</p>
<p>G : &#8220;Kan&#8230;nggak ada yang jaga&#8230;..&#8221;</p>
<p>&#8220;<strong>Tanya Kenapa&#8230;Tanya Kenapa&#8230;..</strong>&#8220;</p>
<p>Ada beberapa hal yang dapat diambil dari iklan tersebut.</p>
<ol>
<li><strong>Masih banyak pelanggar lalu lintas di negeri ini</strong><strong>.</strong> Kita semua masih harus mengakui secara kesatria bahwa tingkat kesadaran berlalu lintas di negeri kita ini masih amat sangat rendah. Tidak perlu bicara tentang data. Setiap hari kita berjalan dengan menggunakan kendaraan, pasti saja kita bisa melihat bahwa ada saja yang melanggar lalu lintas. Dari mulai kendaraan umum yang berhenti tidak pada tempatnya (kadang berhenti pun juga agak ke tengah sehingga menghalangi kendaraan lain yang hendak melaju), kendaraan umum yang &#8220;<em>ngetem</em>&#8221; seenak perutnya, saling serobot di pintu masuk tol atau lampu merah, memakai bahu jalan di jalan tol, dan masih banyak lagi. Belum lagi sangat tidak disiplinnya pengendara sepeda motor. Misalkan sepeda motor ingin berputar arah tetapi  tanpa mengantisipasinya dengan mengambil posisi kanan. Akibatnya, bisa ditebak sendiri. Kalau tidak mencederai kendaraan lain, perselisihan atau bahkan perkelahian di tengan jalan pun bisa terjadi.</li>
<li><strong>Banyak aparat kepolisian yang memanfaatkan keadaan ini</strong><strong>.</strong> Apa yang ada di benak kita apabila ada polisi yang menghentikan kendaraan? Apa yang Anda pikirkan? Itu kalau kendaraan pribadi. Bagaimana kalau yang Anda lihat itu adalah truk atau mobil box? &#8220;<strong>Tanya Kenapa</strong>&#8221; pada diri Anda sendiri. Jangan berbicara mengenai &#8220;teori-teori&#8221; atau &#8220;retorika&#8221; yang dikatakan pejabat polisi lalu lintas bahwa polisi kita melindungi masyarakat. Mereka tidak pernah merasakan di&#8221;semprit&#8221; polisi atau dianggap &#8220;bermasalah&#8221; dengan polisi. Mereka tidak tahu kondisi di lapangan, tidak tahu rasanya &#8221;diperas&#8221; oleh polisi. Atau bahkan mereka hanya mengatakan bahwa itu hanya oknum saja. Bagaimana kalau dibalik, katakan bahwa polisi yang bersih itu adalah &#8220;oknum&#8221;? Dengan analogi bahwa yang namanya oknum itu sedikit atau sebagian atau segelintir saja, maka bisa dikatakan bahwa polisi lalu lintas yang benar-benar berkomitmen menjalankan tugasnya hanya sedikit. Bahkan sesuai dengan iklan tersebut, istilah &#8220;polisi <em>ngumpet</em>&#8221; pun memang ada.</li>
<li><strong>Adalah kenyataan di lapangan bahwa masyarakat Indonesia, kalau tidak ada polisi yang menjaganya, nyaris yang namanya &#8220;hukum rimba&#8221; itu berlaku.</strong> Pada saat kondisi lalu lintas <em>semrawut</em>, siapa kuat dia menang. Memang tidak semuanya bertindak demikian. Bahkan beberapa mobil yang bisa dikatakan kelas menengah ke atas, bisa berani bertindak nekat dan bermepet-mepet ria. Ada apa gerangan di negara kita ini? Kesalahan di sistem atau peraturan yang kurang tegas? Atau memang kesadaran berlalu lintas kita yang memang nyaris nol? Atau dengan mudahnya kita bisa memberi &#8220;uang damai&#8221; kepada polisi? Memang, tidak semua polisi seperti itu. Ada juga yang dengan tegas menolak &#8220;uang damai&#8221; tersebut. Lihat tetangga dekat kita, Singapura. Bisa dikatakan bahwa Singapura adalah negara yang penuh dengan denda dan aturan-aturan <em>tetek bengek</em> yang notabene (mungkin) buat masyarakat Indonesia terlalu memusingkan. Bayangkan, meludah sembarangan saja bisa kena denda. Kalau sanksi tegas memang diperlakukan, mungkin kita dapat berdisiplin seperti Singapura. Apa bisa? Bisa saja. Langsung contek saja Singapura, tidak perlu repot-repot melihat yang jauh-jauh seperti Amerika Serikat atau Inggris. Singapura adalah negara di Kawasan Asia Tenggara alias satu kawasan dengan Indonesia. Memang singapura dapat dikatakan sebagai negara multi ras. Tapi bukan alasan Indonesia tdak dapat  menirunya.</li>
</ol>
<p><strong>NB</strong> : Tulisan ini dibuat bukan untuk menyudutkan, menjelekkan, atau bahkan mendiskreditkan nama kepolisian. Tapi lebih kepada melihat kenyataan yang ada di lapangan. Bahwa polisi harus lebih berkomitmen menjalankan tugasnya dan tidak condong kepada &#8220;<em>money oriented</em>&#8221; dan sekedar mencari-cari kesalahan dan memanfaatkan keadaan dari kesulitan orang lain.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alifreza.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alifreza.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifreza.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifreza.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifreza.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifreza.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifreza.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifreza.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifreza.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifreza.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifreza.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifreza.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifreza.wordpress.com&blog=795375&post=13&subd=alifreza&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifreza.wordpress.com/2007/02/25/iklan-a-mild-versi-polisi-ngumpet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2c87da1a46c0c0487f18cb490258af60?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Reza</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>