Sudah satu minggu ini saya perhatikan di TPI mulai lagi muncul kuis yang berbasiskan sms yang berhadiah besar.
Kuis seperti ini sempat ramai di berbagai media elektronik pada piala dunia 2006 yang lalu dan kalau tidak salah memang dimulai oleh TPI juga. Yang lainnya hanya follower.
Kuis ini berhadiah jutaan dan bahkan sampai puluhan juta hanya dengan menebak pertanyaan (lebih tepatnya pilihan berganda) yang jawabannya amat sangat mudah sekali. Dan si pembawa acara biasanya mengulur-ulur waktunya supaya sms yang masuk lebih banyak dengan merayu-rayu penonton.
Karena semakin mengkhawatirkan, maka MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan kuis tersebut kecuali kuis tersebut memiliki sponsor. Memang kuis-kuis tersebut kebanyakan dan bahkan hampir semuanya tidak memiliki sponsor. Berarti ada bandarnya? Nah, itu yang mendasari MUI mengeluarkan fatwa haram terhadap kuis tersebut.
Dan ajaibnya, kuis tersebut langsung hilang dari peredaran. Tapi kenapa sekarang mulai bermunculan lagi? Mungkin tidak lama lagi stasiun TV yang lain akan menyusul untuk menyelenggarakan program seperti ini.
Seperti sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Apabila keadaan sudah dingin dan masyarakat mulai lupa, maka akan “disikat” lagi.
Kuis tersebut biasanya diselenggarakan sekitar tengah malam atau dini hari. Bahkan ada yang diselenggarakan menjelang subuh.
Pernah sih ikutan kuis seperti itu, sekedar iseng. Tapi belum pernah dapat hadiahnya. Mungkin kurang beruntung. Atau dikerjai oleh operatornya? Kuis ini biasanya berdurasi 1 jam. Bahkan ada yang sampai berdurasi 2 jam. Luar biasa. Kebanyakan isinya hanya rayuan gombal sang pembawa acara.
Buat MUI kuis semacam ini haram. Buat saya, kuis semacam ini hanya membuang-buang pulsa saja. Buat Anda?


