Someday….once upon a time in…..
Wah norak kayaknya. Langsung saja deh. Aku teringat cerita ini karena terinspirasi oleh blognya Dilla.
Kira-kira setahun yang lalu, aku dan pasangan lagi jalan-jalan ke tempat yang namanya Ancol. Memang buat malam mingguan enak juga waktu itu.
Nah, someday, kami lagi jalan (kayaknya ada kuburan Belanda ya?) di pantai belakang gong besar (bende). Mataku “nyangkut” ke pasangan yang sedang pangku-pangkuan sambil menghadap ke pantai. Aneh juga, yang cowok duduk di atas batu dan yang cewek duduk di atas cowok itu. Apa nggak sakit ya p****t tuh cowok kataku. Pacarku sih nggak komentar apa-apa, cuma menepuk tanganku supaya ngomongnya jangan terlalu keras. Dan, ehm, si cewek pakai jilbab.
Lalu kami duduk dan perhatikan terus mereka berdua dari kejauhan sambil ketawa ketiwi saja dengan bahasan sendiri sambil minum teh botol. Apa pun topiknya, minumnya teh botol s***o. Meu negur? Nggak ada urusannya sepertinya dengan mereka. Kalau cowoknya nggak suka, bisa ditantangi berantem nanti. Up to you lah.
Terkadang hidup itu tidak seperti matematika. 2 + 2 =4. Tiba-tiba datang sekumpulan cowok (kurang lebih 7 – 10 orang). Salah satu dari mereka matanya “nyangkut” ke pasangan tadi. Mungkin karena merasa bawa pasukan, dengan cueknya dia berteriak : “ASSALAMUALAIKUM!!!“
Jujur, aku pun terhenyak. Kaget dengan cara memberitahu yang sangat amat sederhana itu. Aku tidak tahu alasan orang itu mengucapkan salam. Apakah karena menyindir dan mengingatkan atau memang mengejek.
Dan sang wanita (yang memakai jilbab) langsung bergeser duduknya ke samping. Mungkin malu atau “baru sadar” bahwa ternyata banyak juga manusia-manusia lain di situ atau malu pada diri sendiri. Tidak sampai dua menit kemudian mereka pun langsung pergi.
Hmmmm…..gimana yach menyikapi hal ini? Menurut pendapat aku memalukan sih, apalagi yang melakukannya memakai jilbab dan dilakukan di depan umum. Memang yang dilakukannya “cuma” berpangkuan. Tapi jilbabnya itu lho yang membuat berat. Nggak pantes.



waduh… asyik juga pangku2an…
MasyaAllah….
Asyik memang, tapi yang melakukannya siapa dulu?
Mau negur atas dasar sekedar mengingatkan takut salah. Gimana donk enaknya? Lihatnya risih juga.
Yup, buat para perempuan itu seharusnya lebih dulu malu pada Allah, malu pada jilbab yang ia kenakan….
Apapun yang kita semua perbuat, jangan lupa, Allah Maha Mengetahui
@Hasan
Mas, kalau menurut saya di kejadian itu, cowoknya seharusnya juga sadar dan malu dan ikut menjaga sang wanita karena memakai jilbab.
Menurut saya sih tidak hanya wanitanya saja yang harus disalahkan. Dalam hal ini sang pria pun punya andil dalam kejadian ini.
Dan tidak sepantasnya dilakukan di depan umum mengingat status keagamaan yang diemban sang wanita (karena yang terlihat secara fisik sang wanita berjilbab).
@Semua
Ada yang pernah melihat hal seperti ini tidak? Kalau iya, tolong masukannya. Bagaimana cara menegurnya? Apakah didiamkan saja, dilihatin saja, ditegur secara langsung, atau diteriakin Salam seperti cerita tersebut? Thanks…..
Wassalam……..
Ditimpuk duren (masih berkulit ya) terus kabuuurr…
ihihihi