Sabtu pagi kemarin saya membaca Koran Kompas di kolom POJOK (kolom yang biasanya tempat sindir-menyindir). Lalu ada beritanya juga di TV, sepertinya siaran ulang sih. Ceritanya, pesawat Adam Air yang mendarat dengan “sukses” , dicat putih sampai merek dagang “Adam Air” tidak terlihat lagi. Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut, termasuk alasan kenapa sampai dicat putih. Lucu juga lihat pesawat “bongkok” begitu. Itu pesawat bengkok sampai berapa derajat ya? Sepertinya sih 20 – 30 derajat. Ntar diukur deh (sambil bawa bujur yang gede).
Kemungkinannya :
- Pihak Adam Air berusaha untuk menutupi kondisi tersebut dengan menyamarkan pesawat miliknya dengan cara mengecatnya menjadi putih semua. Padahal semua orang juga tahu kalau pesawat terbang yang mendarat dengan tidak mulus dan juga yang bengkoknya seperti itu adalah milik maskapai penerbangan Adam Air. Apakah pihak Adam Air berusaha menutupinya? Masihkah di Indonesia berlaku cara menutupi fakta yang sudah diketahui publik secara luas?
- Saya belum tahu lagi alasannya. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal ini. Hehe…..
Ada yang tahu?





Marketing Adam Air ngaco!
Ngapain nutupinsesuatu yg jelas dah diketahui publik?
Malah menciptakan image pihak Adam Air tidak menganggap kejadian itu ada. Bahkan tidak peduli dengan para penumpangnya.
Ngecat pesawat semaleman? LOL!
Berita selanjutnya malah bilang kalo direktur Adam Air ga tahu soal perubahan warna pesawat. Lhah??
Saya tahu karena saya koordinator yang ngecatnya mbak.
Yang ngerjain 20 orang dan cuma 2 jam selesai. Hehe…..Nggak kok. Ngarang aja.
Wah direktur nggak tahu terus siapa yang suruh? Masalah gawat begini direktur bisa nggak tahu.
Indonesia memang aneh. Mereka memang masih menganggap masyarakat kita seperti dulu. Gampang dibohongi adn terima saja.